Cara Tepat dan Cepat untuk memulai budidaya ikan lele

Diposkan oleh Mina Karya Bersama on Kamis, 23 Mei 2013


Buat anda para petani di suatu daerah dan ingin mencoba untuk membuka budidaya memelihara ikan lele, perlu di perhatikan langkah langkah untuk memulai dan  apa saja yang mesti kita persiapkan.

A. Mengenali Ikan Lele
Untuk Budidaya Ikan Lele, sebaiknya kenalilah jenis-jenisnya, habitatnya, makanan & tata cara perawatannya.

B. Perisapan Kolam    
Di dalam budidaya ikan lele memerlukan kolam yg ideal. Kolam ikan lele yg tdk memenuhi persyaratan akan berakibat buruk utk kelanjutan budidaya ikan lele, kolam haruslah disesuaikan dengan kebutuhan, apakah untuk segmen pembenihan atau segmen pembesaran, demikian juga dengan jenis kolamnya, kolam tanah, kolam semen atau kolam terpal, ukuran kolam juga harus diperhatikan agar dapat disesuaikan degan kisaran tebar ideal yg biasanya berkisar 100 s/d 120 ekor/m2.

C. Persiapan Air Kolam
Hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya ikan lele adalah persiapan air kolam. Persiapan ini juga wajib & berperan sangat penting, karena banyak penyakit & tingginya angka kematian ikan lele yg penyebabnya karena kondisi air yg tidak memenuhi syarat, misalnya PH airnya, banyak pengusaha ternak ikan lele hanya sebatas mengetahui saja bahwa PH yg baik utk ikan lele adalah antara 7 s/d 8, tapi tidak menerapkannya. Hal ini sangat merugikan, khususnya dlm usaha budidaya ikan lele, jangan menebar benih ikan lele dgn kondisi PH yg belum memenuhi syarat, sebaiknya gunakan alat pengukur PH agar tepat. Karena PH-nya cocok maka Sekali ikan lele akan merasa nyaman & sesuai dgn kebutuhan hidupnya dengan melaksanakan persiapan air kolam secara benar sehingga ikan lele dapat tumbuh & berkembang sesuai dengan target produksi.

D. Tata Cara Pemberian Pakan Ikan Lele
Tata cara pemberian pakan ikan lele di budidaya ikan lele jangan dianggap remeh, karena pemberian pakan ikan lele yang salah bisa mengakibatkan pemborosan & bisa juga membuat ikan lele menjadi mati.


JENIS BUDIDAYA IKAN LELE

1. Budidaya Iklan Lele Untuk Pembibitan

Hal yang perlu diketahui bila ingin membudidayakan ikan lele, khusus pada bidang pembibitan adalah saat pemijahan dan penetesan telur lele. Setelah menetas bibit ikan lele dapat dijual kepada peternak lain untuk dibesarkan atau dipelihara kembali hingga besar. Karena bibit lele langsung bisa dijual ketika menetas, sehingga merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Penyediaan bibit ikan lele dengan ukuran 2-3 cm dapat tercapai ketika usia penetasan sudah mencapai sebulan. Umumnya pemeliharaan bibit dilakukan di kolom berlumpur atau sawah yang memerlukan lahan yang relatif lebih luas. Tetapi pemeliharaan bibit ikan lele juga sebenarnya bisa dilakukan di kolam terpal, meski hal ini tidak bisa dilakukan dalam jumlah polulasi bibit yang terlalu besar. Agar bibit ikan lele cepat besar ketika memiliharanya pada kolam terpal, maka hal yang harus dilakukan adalah memberikan makanan berupa pelet yang cukup setiap harinya.

Untuk menjadikan bibit ikan lele hingga ukuran 5-7 cm, maka perlu waktu hingga 2 bulan. Setelah bibit mencapai ukuran ini, maka sejatinya sudah bisa dijual sebagai bibit yang mendatangkan profit bagi peternak.

2. Budidaya Ikan Lele Untuk Konsumsi

Lele untuk keperluan konsumsi dapat dipelihara ketika mencapai ukuran 5-7 cm. Ukuran bibit yang lebih besar, akan lebih baik pula untuk dibudidayakan. Agar panen berlangsung dengan cepat, yaitu sekitar 3-4 bulan masa budidaya, maka ikan harus diberi makanan ekstra dan optimal. Budidaya ikan lele untuk konsumsi dinilai cukup mudah, sebab ikan dengan ukuran lebih besar akan lebih tahan terhadap penyakit.

More aboutCara Tepat dan Cepat untuk memulai budidaya ikan lele

Potensi Pembenihan Ikan lele

Diposkan oleh Mina Karya Bersama on Rabu, 22 Mei 2013

Lele siap untuk di pijah
Senin malam (20/5) sekitar pukul 21.00 WIB, dua orang pria terlihat duduk di bawah pohon duku dalam suasana yang remang-remang, dan di hadapannya terdapat empat kolam terpal berukuran 1,5 Mx2,5 M.

Mata kedua pria yang kemudian diketahui bernama Aman (46) dan Ma`mun (43), terus tertuju pada satu kolam yang berada di sebelah kiri.

Setelah didekati, ternyata di dalam kolam yang berisi air dengan kedalaman sekitar 30 centimeter tersebut terdapat kakaban, yakni ijuk pohon enam yang dijepit dengan belahan bambu. Dalam kolam itu terdapat dua ekor lele dombu (sepasang).

"Kami sedang memijahkan (menelurkan) lele," kata Aman singkat, ketika ditanya kegiatan yang sedang dilakukannya.

Dua jam kemudian, tampak dua ekor lele tersebut saling berkejaran. Pejantan terus mengejar betinanya.

"Itu betinanya akan bertelur," kata Ma`mun sambil menunjuk ke arah lele betina sedang berlari dan terus dikejar oleh pejantan.

"Kalau mau bertelur lele betina akan menuju ke ijuk, dan di ijuk itulah akan bertelur. Nanti telur-telurnya menempel di ijuk," kata Aman menyambung pembicaraan rekannya.

Suasana hening, dan semua mata tertuju pada sepasang ikan lele yang sedang berkejaran dalam kolam terpal.

Tiba-tiba "gocoprok" suara air yang "disapu" ekor lele betina, dan bersamaan dengan suara tersebut, lele betina tersebut mengeluarkan telur-telur dari dalam perutnya. Lele betina itu terus mengeluarkan telur selama sekitar setengah jam.

Ribuan telur berbentuk bulat dengan ukuran lebih kecil dari kacang ijo itupun menempel di kakaban. Semua ijuk yang ada dalam kolam tersebut penuh ditempeli telur ikan lele.

Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Aman mengambil kedua ekor ikan lele dari kolam terpal, dan kembali dimasukan dalam kolam penyimpanan dengan cara dipisahkan.

"Penyimpanan indukan dengan pejantan harus dipisahkan. Kalau tidak indukan yang ada dalam kolam penyimpanan bisa bertelur," katanya.

Menurut dia, indukan yang sudah bertelur, akan kembali bisa dipijahkan atau ditelurkan pada tiga-empat bulan mendatang.

Mengenai telur ikan lele yang ada dalam kola terpal, menurut dia, paling lambat 12 jam akan menetas seluruhnya.

"Setelah dua minggu, disortir. Lele yang agak besar dipisahkan ke kolam yang telah kami sediakan. Jika tidak maka akan memakan yang kecil, karena sifat ikan tersebut kanibalisme," ujarnya.

Aman menjelaskan, setelah dua hari menetas, benih ikan lele akan diberi pakan cacing sutera, yang banyak diperjualbelikan dengan harga Rp15 ribu per liter. Pemberian cacing sutera dilakukan hingga benih berumur 14 hari.

"Setelah itu pakannya kita ganti dengan produksi pabrikan, dan pada usia 20 hari biasanya benih mencapai ukuran dua-empat centimeter dan sudah bisa dijual," katanya.

Penjualan benih ikan lele, kata dia, tergantung permintaan pembeli. Ada yang diliter, tapi ada juga yang dihitung atau per ekor.

"Untuk literan harganya Rp50 ribu per liter, sedangkan hitungan Rp50 per ekor. Sebenarnya kalau diperhitungkan sama saja," katanya.

Ma`mun menambahkan, cukup banyak petani pembenih lele di Kelurahan Pagadungan, dan semunya menjual lele dalam kondisi masih kecil, atau tidak akan disiapkan untuk pembesaran, karena biayanya cukup mahal.

Menurut dia, dari satu ekor betina ukuran sebesar pergelangan tangan orang dewasa, bisa menghasilkan benih lele berkisar 20 ribu-30 ribu ekor.

"Kalau kami jual pada umur 20 hari bisa menghasilkan sekitar Rp700 ribu-Rp900 ribu, sedangkan modal yang dikeluarkan untuk membeli pakan sekitar Rp200 ribu-Rp300 ribu, jadi masih ada untung Rp500 ribu-Rp700 ribu," katanya.


Permintaan tinggi

Permintaan benih ikan lele cukup tinggi, tidak hanya dari petani pembudidaya lokal namun dari juga dari Kabupaten Lebak, Serang dan Kota Cilegon.

"Permintaan banyak, kadang mereka menanyakan sudah memijahkan atau belum, kalau kita katakan sudah, maka 20 hari setelah pemijahan mereka akan datang dan membeli seluruh benih lele," katanya.

Biasanya, kata dia, pembeli membeli seluruh ikan lele satu indukan, berapapun jumlahnya, pertimbangannya karena ukurannya relatif sama, jadi ketika dibesarkan pun akan sama, jadi bisa dipanen bersamaan.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pandeglang, Banten, Bedjo membenarkan tingginya permintaan benih ikan lele di daerah tersebut.

"Di Pandeglang cukup banya pembudidaya ikan lele dan selama ini mereka mendatangkan benih dari Sukabumi, karena produksi lokal relatif kurang," katanya.

Terkait besarnya perminntaan benih, Dinas Kelautan dan Perikanan Pandeglang sedang menjajaki usaha pembenihan ikan, yakni untuk jenis ikan mas sinyonya, lele dumbo, lele sangkuriang dan nila.

Pembenihan itu, kata dia, bekerja sama dengan Balai Besar Benih Sukabumi, Provinsi Jawa Barat yang telah berpengalaman karena telah lama melaksanakan usaha tersebut.

Balai Besar Benih Sukabumi, kata dia, memiliki indukan ikan air tawar berkualitas yang telah bersertifikat.

"Kami meminjam indukan dari Balai Besar Benih Sukabumi supaya benih yang dihasilkan berkualitas sehingga tidak merugikan bagi pembeli," katanya.

Mengenai sistem kerja sama, kata dia, yakni DKP Pandeglang akan meminjam indukan dari balai benih tersebut untuk dipijahkan atau ditelurkan, setelah bertelur dikembalikan.

Selain itu, kata dia, DKP Pandeglang siap menyuplai benih ke Sukabumi dan sekitarnya, kalau pasokan dari Balai Besar Benih Sukabumi tidak mencukupi.

Terkait penjualan benih dari Balai Benih Ikan (BBI), menurut dia, akan lebih difokuskan pada pengadaan benih yang anggaranya dari bantuan, baik dari dana alokasi khusus (DAK) maupun pemerintah kabupaten dan provinsi.

"Dengan membeli benih dari BBI maka ada retribusi untuk pemasukan PAD, dan ini sesuai dengan Perda No.12 tahun 2012 yang didalamnya menyebutkan benih ikan kena retribusi," katanya.

Selama ini, kata dia, pengadaan benih dari bantuan pemerintah membeli dari pihak ketiga sehingga tidak ada retribusi atau pemasukan bagi daerah.

Selain itu, Dinas Keluatan dan Perikanan Pandeglang juga akan membangun pasar benih Cipeucang yang merupakan pusat penjualan benih ikan air tawar.

"Tahun ini kami merencanakan membangun pasar benih, mudah-mudahan bisa direalisasikan," katanya.

Pasar benih itu, kata dia, akan dibangun di lokasi Unit Pelayanan Teknis (UPT) Balai Benih Ikan (BBI) Cepeucang, Kecamatan Cimanuk.

Menurut dia, sarana dan prasana untuk pasar benih tersebut sudah tersedia, seperti kolam penampungan benih, jadi tinggal melakukan penataannya saja sehingga lokasi tersebut layak untuk kegiatan penjualan.

"Penataan yang dilakukan pun tidak terlalu rumit, yakni tinggal membuka pagar saja, sudah layak menjadi tempat penjualan benih," katanya.

Pembangunan pasar benih itu, kata dia, guna memperlancar penjualan benih yang juga telah diprogramkan oleh DKP Kabupaten Pandeglang.

Ia mengaku optimistis pasar benih tersebut akan berjalan, mengingat tingginya permintaan benih ikan, terutama lele dan ikan mas, dari masyarakat.


Sumber :  Antara news

More aboutPotensi Pembenihan Ikan lele

Budidaya Lele di Kolam Terpal

Diposkan oleh Mina Karya Bersama on Selasa, 21 Mei 2013

Cara budidaya ikan lele di kolam terpal hampir sama saja dengan membudidayakan lele di kolam tanah, perbedan hanya terletak pada media dan teknik pemupukan kolam lele. Kolam lele yang paling baik adalah kolam yang sesuai antara lebar kolam dengan populasi bibit lele yang ditebar. Standart kapasitas kolam lele adalah 100 ekor / m3 (1 meter panjang x 1 m lebar x 1 m tinggi air). Semua jenis lele (sangkurinag, dubo dan lainnya) dapat dipelihara di kolam terpal. 

Kelebihan memelihara ikan lele di kolam terpal antara lain:

  • Terpal mudah didapatkan, dan harganya cukup murah
  • Kontaminasi dengan tanah yang tidak diketahui kualitasnya dapat dihindari.
  • Kontrol air mudah diatur baik dari segi kualitas maupun kuantitas air
  • Meminimalisir hama yang sering terdapat di permukaan tanah seperti berang-berang dan sejenis bakteri.
  • Praktis dalam pemanenan lele.


Cara membuat kolam terpal budidaya lele.
kolam terpal ikan lele
Sebelumnya kita harus membuat perencanaan terutama mengenai jumlah bibit lele yang akan kita tebar, hal ini untuk menyesuaikan luas kolam yang akan kita buat. Jangan membuat kolam ikan lele terlalu besar ataupun terlalu kecil. Setelah kita memastikan jumlah ikan lele yang akan kita pelihara kita sudah bisa membuat kolam terpal dengan perosedur berikut.

Pertama gali tanah setinggi 1,5 m dengan luas 1 m untuk 100 ekor lele. Setelah tanah tersebut digali tekan-tekan permukaan galian hingga rata, jauhkan kerikil, bebatuan dan benda keras lainnya dari permukaan galian kolam tanah. Semprot galian tanah tersebut dengan disinfektan sebagai tindakan sanitasi. Setalah disanitasi biarkan galian kolam tersebut selama tiga hari. 

Pasang terpal seluaas galian yang kita buat, lebihkan terpal selebar 50 cm di setiap sisi galian. Untuk menahan terpal yang akan diisi air menjadi kolam bisa menimbunnya dengan tanah atau dipancang dengan kayu. Terpal yang digunakan adalah terpal yang dapat bertahan selama tiga bulan dalam rendaman air contohnya; terpal tenda atau terpal plastik kaca tebal.

Untuk membuat air awal kolam terpal ini ada dua cara yakni:

  1. Air awal yang mengandung banyak plankton didapatkan dari kolam khusus untuk pembuatan air plankton, caranya selain membuat galian untuk kolam terpal kita juga membuat satu kolam tanah khusus untuk membuat air yang mengandung banyak plankton dengan cara pemupukan. Adapun langkah-langkahnya: buat galian kolam dari tanah seluas yang diperlukan, isi kolam tersebut dengan kompos sapid an biarkan selama 3 hari. Selanjutnya isi kolam tersebut dengan air bersih (jangan air PDAM) dan biarkan kurang lebih selama seminggu hingga air berubah menjadi kehijauan (artinya duah banyak plankton untuk pakan ikan lele nantinya). Air inilah yang dikuras dan dipindahkan ke kolam terpal.
  2. Cara kedua, membuat air plankton langsung di kolam terpal ikan lele. Caranya setelah terpal dipasang isi dengan kompos sapi (feces sapi), biarkan selama 3 hari, selanjutnya isi air bersih. Biarkan kolam terpal selama seminggu baru dimasukkanbibit lele.

Dari kedua cara pemupukan kolam terpal diatas maka untuk ikan lele cara yang paling baik adalah cara pertama yakni melakukan pemupukan air di kolam terpisah. Hal ini mungkin karena plankton hanya baik untuk konsumsi bibit ikan lele, sedangkan untuk lele yang sudah besar lebih baik menggunakan pakan pelet. Memberi atap pada kolam ikan lele sangat dianjurkan, hal ini untuk menghindari kontaminasi air hujan yang tidak baik untuk pertumbuhan ikan lele karena air hujan mengandung asam

Sumber :  Peternakan


More aboutBudidaya Lele di Kolam Terpal

PRODUK

Diposkan oleh Mina Karya Bersama

kami memproduksi Lele mulai dari pembenihan , pemdederan dan Pembesaran 
Daftar harga Lele kami : 
Harga belum termasuk ongkos kirim
1. ukuran 2 - 3 cm   Rp   50
2. ukuran 3 - 4 cm   Rp   80
3. ukuran 4 - 5 cm   Rp  100
4. ukuran 5 - 6 cm   Rp  140
5. ukuran 6 - 7 cm   Rp  160
6. ukuran 7 - 8 cm   Rp  200
7. ukuran 9 - 10 cm Rp  250  
untuk harga lele Komsumsi  1 kg ukuran 7 -10 ekor / kg kami hargai  Rp 13.000,-  s/d Rp 14.000 


ALAMAT RUMAH DAN KOLAM


Rumah : Karawaci Residence 
Kel. : Bojong Nangka
Kec. : Kelapa Dua
Provinsi: Banten - INDONESIA





KOLAM: 
1. Desa Cadas , Rancagong
    KeC: Legok - Banten
2. Desa Hazere - Parung
    Bogor - Jawa Barat
EMAIL KAMI: minakaryabersama@gmail.com
KIRIM PESAN DISINI
More aboutPRODUK

Peduli Yatim

Diposkan oleh Mina Karya Bersama

Beberapa hari yang lalu rekan-rekan dari Mina Karya Bersama telah melakukan bakti sosial ke tempat dimana kami mempunyai kolam yaitu di daerah cadas - Rancagong.
Apa yang kami sumbangkan mungkin tidak begitu besar , tapi inilah yang bisa kami sumbangkan dan rasa terima kasih kepada warga di sekitar kolam.
photo yang upload di sini pada waktu Peduli Yatin I pada tgl 27 Januari 2013 sedangkan Peduli Yatin II datanya belum ada, pada rekan-rekan yang menyimpan photo Peduli Yatim II untuk dokumentasi bisa kirim email ke minakaryabersama@gmail.com.
dari kiri Bapak Cahyo, Bapak Ferdy, Bapak sonny, Bapak Samsuri, Bapak Sutaryo , Bapak Yudistira dan di bawah Bapak Zubaed



duduk Santai nih menunggu acara di mulai
More aboutPeduli Yatim

Ulcer pada budidaya Ilan lele

Diposkan oleh Mina Karya Bersama on Minggu, 19 Mei 2013

Ulcer adalah awal mula tarjadinya serangan infeksi bakteri sistemik pada ikan yang kita budidayakan. Kejadian ini seringkali ditandai munculnya borok katau luka menganga pada badan ikan yang kita budidaya. 
Terkadang  borok pada badan ikan ini suka disertai memerahnya pada pinggiran borok. Berbahayanya ulcer ini yaitu bisa memicu serangan infeksi sekunder terutama jamur, selain daripada itu ulcer suka disertai dengan adanya gejala penyakit bakterial seperti kembung pada perut, dropsi, ikan menjadi kurus, atau juga mata ikan menjadi menonjol.
Ikan borok
Ikan Borok

Apa penyebab ulcer bisa menyerang ikan yang kita budidayakan??

Lecet pada kulit ikan, ini dikarenakan sebagai dari akibat serangan infeksi sistemik sangat kronis yang disebabkan oleh bakteri, Bakteri ini biasanya dari jenis aeromonas atau myobaker, pseudomonas, serta vibrio, terjadinya Luka terbuka terbuka ini dapat menyebabkan ikan yang kita budidayakan menjadi cukup lemah fisiknya. Terkadang ada borok sampai berlendir atau mengeluarkan nanah yang berwarna putih seperti susu agak kekuniing-kuningan. bila dibiarkan maka ikan yang kita budidayakan biasanya akan terserang berbarengan dengan penyakit lainnya. 

Stres pada ikan, penangan ikan yang asal-asalan (kurang baik) akan mengakibatkan ikan menjadi stres, atau bisa juga karena perubahan suhu kolam, lingkungan yang baru, ini semua dapat memulai terjadinya ulcer. Stres yang sangat kronis juga dapat menimbulkan penurunan daya tahan tubuh ikan yang kita budidaya sehingga akan lebih mudah terhadap serangan penyakit

Bagaimana cara pencegahan serta perawatan agar tidak terjadi serangan ulcer??
  • Jaga Supaya ikan yang kita budidaya tidak mengalami stres kronis.
  • Pada ikan yang kita pijahkan usahakan jangan sampai terluka, bila terluka berikan perawatan terlebih dahulu sebelum dikembalikan ke kolam indukan.
Bila ulcer terjadi pada ikan yang kita budidaya tidak usah panik hanya rekan budidaya perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  • Cari tau segera apa yang menyebabkan ikan menjadi setres dan segera hilangkan apa yang menjadikan ikan yang kita budidaya menjadi setres tersebut.
  • Segera perbaiki kualitas air pada kolam ikan yang kita budidayakan.
Bila sudah menghawatirkan, maka rekan budidaya bisa melakukan perendaman ikan pada air garam(pada waktu beberapa hari) dengan menggunakan dosis 3-5ppm perendaman ini dimaksudkan untuk membantu memulihkan stres osmotik, sehingga infeksi jamur sekunder dapat menurun. 

Bila kasus Ulcer cukup ringan, rekan budidaya bisa melakukan perendaman dengan menggunakan obat anti ulcer serta bisa juga menggunakan anti bakteri sistemik.

Bila sangat serius rekan budidaya harus menggunakan anti biotik yang biasa diberikan melalui campuran pakan, bisa juga dengan perendaman atau juga penyuntikan, biasanya antibiotik yang digunakan adalah oxytetracycline. 

Sumber :  Ogasfarm dotCom

More aboutUlcer pada budidaya Ilan lele

Pohon pepaya bermanfaat untuk menstabilkan PH air

Diposkan oleh Mina Karya Bersama

Seperti kita ketahui perubahan cuaca dari cuaca panas ke dingin atau hujan sangat perlu kita antisipasi apalagi bila kolam ikan lele kita berada di tempat terbuka, biasanya bila pada kolam terbuka bila hujan tiba maka air hujan akan masuk ke dalam kolam yang akan menyebabkan menurunnya Ph air kolam sehingga sangat perlu kita netralisir kembali supaya benih ikan lele yang kita pelihara tidak terserang penyakit.


Salah satu tanaman yang mempunyai kegunaan sebagai pensetabil ph air kolam lele saat kolam kita diguyur hujan adalah POHON PEPAYA, pepaya ini mulai dari daun hingga pohonnya semuanya bisa kita gunakan  sebagai penetralisir dengan cara memasukannya kedalam air kolam.

Khasiat Pepaya
Pohon Pepaya

Sebagai mana postingan saya sebelumnya bahwa pohon pepaya ini bukan hanya sebagai penetral ph air kolam ikan lele tetapi bisa juga sebagai obat herbal bagi ikan lele pada saat musim hujan, karena biasanya pohon pepaya yang kita masukan akan ditumbuhi oleh lumut dan lumut tersebut akan dimakan oleh ikan lele yang tanpa disadari sudah mengandung obat herbal.

Selain pohon pepaya bila kita mau mengantisipasi menurunnya ph air kolam lele kita juga bisa menggunakan garam ikan atau bogol pisang, tetapi perlu diperhatikan jangan sampai menambahkan bogol pisang terlalu banyak karena dosis yang berlebih malah akan ber efek buruk.

Sumber : Ogasfarm dotCom



More aboutPohon pepaya bermanfaat untuk menstabilkan PH air

Nugget Lele, Citarasa Baru Ikan Lele

Diposkan oleh Mina Karya Bersama on Senin, 13 Mei 2013

Bahan yang sama belum tentu menghasilkan citarasa yang sama. Bisa jadi justru hal yang baru yang terbentuk. Tergantung dari cara mengolah dan menyajikannya. Hal inilah yang menjadi sumber inspirasi bagi tiga mahasiswa Jurusan Teknik Industri. Dengan membentuk tim bernama Lelebay Nugget, mereka tak hanya bisa merubah ikan lele menjadi makanan berinovasi, tetapi juga telah menyabet juara 1 kategoriBusiness Plan Competition dalam ajang EURECA (Entrepreneur Creative Challenge).
Kampus ITS, ITS Online - Mereka adalah Rangga Galih Pradana, Zulvah, dan Okki Anugrah Putra. Berbekal pengalaman berbisnis yang dibangun sejak mahasiswa baru, tiga sekawan yang sama-sama menyukai bidang bisnis ini mulai mencoba berbisnis. "Awalnya kita mencoba berbisnis dalam bidang peternakan lele, namun karena terjadi suatu hal pada saat waktu penjualan, akhirnya bisnisnya tidak jalan. Barulah banting setir ke bidang kuliner, Nugget Lele," ujar Zulvah, salah satu anggota dari tim Lelebay Nugget.

Dengan menjadikan ikan lele menjadi makanan seperti nugget, menurutnya, malah membuat nilai rasa dan penjualan ikan lele semakin tinggi. Meskipun hanya merubah bentuk dari biasanya, seperti pecel lele, dan lalapan, nugget ini tetap tidak kalah dalam hal kandungan nutrisi dan gizi.

Tak hanya itu, makanan ini juga bisa membuat kebermanfaatan ikan lele semakin besar. Pasalnya, saat ini jenis ikan lele yang sering dicari adalah yang berukuran kecil atau sedang. Sebab, untuk membuat pecel lele atau lalapan, ikan yang dibutuhkan adalah ikan lele yang berukuran tidak besar.

"Kalau lele kecil dan sedang itu satu kilo bisa Rp 14.000 terus yang paling besar itu cuma Rp 12.000, " lanjut Zulvah. Dikatakannya, lele yang berukuran besar itu kurang diminati.

Melihat hal itu, maka timbul ide untuk membuat suatu inovasi makanan yang tetap berbahan dari ikan lele. Mereka mencari lele berukuran besar untuk diolah menjadi Nugget Lele. "Kami beli ikan lele berukuran besar sama seperti ikan yang berukuran kecil, jadi kan sama-sama bisa memberi manfaat," ungkapnya.

Tak berlangsung lama, bisnis Nugget Lele ini pun diikutkan dalam lomba EURECA kategori Business Plan Competition di kampus Prasetya Mulya, Tangerang. Dalam lomba tersebut, awalnya zulvah dan kelompoknya  mengirim proposal dari usaha bisnis yang mereka kerjakan selama ini. Dari tahap pengiriman proposal tersebut kemudian diambil 15 finalis untuk dipanggil ke Tanggerang.

Lelebay Nugget pun masuk finalis dan mendapat panggilan untuk presentasi serta memamerkan produknya di sana. Selama satu hari penuh di Tangerang, mereka harus berhadapan dengan beberapa tim Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Padjajaran (Unpad) serta dari kampus Prasetya Mulya sendiri.

Persiapan menuju ke Tangerang sendiri, dijelaskan Zulfah, lebih menekankan pada bidang produk. Jauh-jauh hari sebelum diumumkan masuk finalis, Zulvah dan kelompoknya sering menawarkan produknya ke orang lain. Karena dengan cara seperti itu, mereka bisa meminta testimoni tentang Nugget Lele ini.

"Ada yang bilang kurang asin, rasanya seperti cireng, dan lainnya. Semuanya kami tampung untuk menghasilkan rasa yang benar-benar pas dan dapat diterima oleh masyarakat banyak," tutur mahasiswi angkatan 2010 ini. Setelah berbagai hal mulai dari produk, banner, dan alat-alat telah siap untuk dibawa, barulah mereka bertolak ke Tangerang.

Aspek yang dinilai dari ajang lomba kali ini lebih menekankan pada bidang sosialnya, yaitu aspek kebermanfaatan dan aspek keberlanjutan produknya sendiri. Aspek kebermanfaatan, yakni lebih berkonsentrasi pada bagaimana produk tersebut bisa bermanfaat pada orang lain di sekitar.

Sedangkan aspek keberlanjutan sendiri mengenai bagaimana proses selanjutnya setelah ajang lomba tersebut selesei. "Keberlanjutan itu tidak hanya sekedar dari segi bisnisnya, tetapi juga apakah kira-kira bisnisnya ini bisa bertahan sampai selanjutnya atau cuma untuk mengikuti lomba saja, setelah selesai tidak dilanjutkan lagi," tandasnya. Ia mencontohkan, misalnya dalam jangka waktu lima tahun ke depan apa yang akan dilakukan dalam bisnis.

Di sisi lain, memang tim Lelebay Nugget ini telah menjadi wirausaha yang telah berkelanjutan. Terbukti dari dibangunnya sendiri kolam lele, lemari es serta alat-alat memasak yang lain. Ini tidak hanya karena sekedar suka dengan dunia bisnis, melainkan sudah menjadi bidang keseriusan berwirausaha selanjutnya.

Setelah pengumuman lomba itu banyak reseller dari Jakarta, Malang, dan kota lainnya yang menawarkan kerja sama dengan Lelebay Nugget. Namun untuk saat ini, Zulvah dan kelompoknya menolak dahulu. Pertimbangan mereka adalah makanan nugget ini bersifat makanan yang tidak tahan lama sebab mereka tidak memberi bahan pengawet. "Jadi, lewat satu hari saja sudah berubah bentuk dan rasanya, makanya kami fokus untuk mengembangkan sendiri di sini," tutup mahasiswi asal Tuban ini. 
More aboutNugget Lele, Citarasa Baru Ikan Lele

Nikmat Lele di Istana Lele Situbondo

Diposkan oleh Mina Karya Bersama

Cukup lima belas menit menunggu. Seorang pelayan sudah datang membawa enam tusuk lele panggang plus nasi hangat, lalapan dan sambal cabe merah ke meja. Aroma lele panggang dari perapian langsung menggoda selera. Menu ini menjadi andalan warung Istana Lele di Jalan Raya Banyuwangi, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur. 

Warung ini hanya berjarak lima kilometer di utara Taman Nasional Baluran. Istana Lele menjadi pilihan saya makan siang, Selasa 2 April 2013 lalu karena warungnya nyaman. Ada 10 gazebo yang bisa dipilih sebagai tempat menikmati lele sambil lesehan. Di pinggir gazebo, saya bisa menikmati hamparan ladang jagung milik petani.

Seperti namanya, menu andalan warung ini sudah bisa ditebak, lele. Ada lele panggang dan goreng. Bila tak suka lele, pengunjung bisa memilih gurame panggang sebagai altrnatif. Tapi sebagai menu utama, lele panggang sangat sayang sekali bila dilewatkan begitu saja.

Daging lele disajikan cukup empuk. Bumbu merah khas warung ini, merasuk hingga ke dagingnya. Rasa pedas sambal terasa sempurna. 

Ukuran lele yang disajikan lebih besar dan gemuk dibandingkan lele yang kerap ditemui. Rahasia lainnya, lele di warung ini dibudidayakan secara organik. Sunardi, 56 tahun, pemilik Istana Lele, mengatakan, Istana Lele didirikan pada 2002. Bermula dari profesi sampingannya sebagai peternak lele, Sunardi mendapat pesanan lele goreng dari teman-temannya. Ternyata banyak kawannya ketagihan dengan masakan Sunardi dan menyarankan dia membuka warung.

Lelaki dua anak itu kemudian membuka warung kecil-kecilan di depan rumahnya. Saat itu pensiunan pegawai Balai Penelitian Tanaman Pertanian ini membuka warung di perumahan balai. Sehari sebanyak lima kilogram lele habis terjual. Istana Lele semakin ramai dan warungnya sudah tak mampu menampung pembeli.

Lima tahun kemudian, Sunardi memindahkan Istana Lele di tempat seperti sekarang ini, yang berjarak 300 meter dari warung sebelumnya. Di lahan 6.000 meter persegi ini, Sunardi membangun rumah, mendirikan 10 gazebo plus 7 kolam lele. "Sekarang paling sedikit 50 kg lele habis," kata dia, Selasa 2 April 2013.

Tujuh kolam lele miliknya, ternyata kurang untuk memenuhi kebutuhan. Sunardi akhirnya bekerja sama dengan satu kelompok petani lele di desanya. Dalam satu minggu, dia membeli 2 kwintal lele dari petani. Selain itu dia juga mendatangkan bahan baku dari Kabupaten Jember sebanyak 6 kwintal dalam sebulan.

Seluruh lele yang dihidangkan dibudidayakan dengan cara organik. Pakan lele tak menggunakan konsentrat tetapi tepung ikan, tepung udang plus 12 campuran organik lainnya. Dengan pakan organik inilah, lele milik Sunardi lebih berdaging dan panjang.

Cara membuat lele panggang ternyata gampang. Setelah dibersihkan, lele kemudian dipanggang seperti sate. Setelah itu dilumuri bumbu rujak. Lele disimpan dulu hingga ada pembeli kemudian dipanggang lagi supaya tetap hangat. Cara seperti ini, kata Sunardi, yang membuat penyajian lele tidak butuh waktu lama.

Satu porsi lele yang berisi enam tusuk dibanderol harga Rp 22 ribu. Satu porsi lele panggang ini cukup dinikmati untuk tiga orang sekaligus. Istana lele milik Sunardi tak pernah sepi pengunjung. Pelanggannya justru banyak berasal dari luar Kabupaten Situbondo seperti Banyuwangi hingga Bali. 

Rahmawati, pembeli Istana Lele dari Banyuwangi, mengatakan, rasa lele panggang cukup gurih di lidah. Apalagi tidak banyak warung yang menyediakan menu lele panggang. "Kebanyakan hanya menjual lele goreng," kata dia.

Dia mengaku baru pertama kali makan di Istana Lele. Namun nama Istana Lele cukup sering dia dengar dan direkomendasikan oleh teman-temannya. 

Tak terasa, satu porsi lele yang saya santap kini tinggal tulang-belulangnya saja. Pedas dan gurih lele panggang yang tersisa di lidah saya tutup dengan es jeruk manis. Sungguh makan siang saya terasa sempurna. 

Sumber :  Tempo.co
More aboutNikmat Lele di Istana Lele Situbondo

Siasati Lahan Sempit, Petani Lele Bandung Gunakan Sistem Tumpang Sari

Diposkan oleh Mina Karya Bersama


Sejumlah petani lele di kawasan Bandung selatan mulai mengembangkan budidaya ikan lelesecara
tumpang sari dengan menggunakan jaring terapung di tengah kolam.
“Kami sedang memulai sistem pemeliharaan lele dengan jaring di tengah kolam, hal ini bisa menyiasati lahan yang sempit dimana pemeliharaan ikan lainnya tidak terganggu,” kata Dede Darsono, salah seorang petani ikan di Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Senin.
Pengembangan sistem pemeliharaan lele dengan cara menggunakan jaring atau waring ukuran besar di tengah kolam itu dipandu oleh seorang sarjana lulusan IPB Bogor.
Menurut Dede, dengan sistem baru itu, seorang petani ikan tetap bisa memelihara ikan lainnya di luar jaring, sedangkan ikan lele dibatasi dengan jaring.
“Sistem pemeliharaanya sama dengan mengurus lele biasanya, juga pakannya sama. Namun dengan sistem ini memudahkan petani untuk menyortir lele yang bisa dilakukan dua pekan sekali,” kata Dede.
Pola pemeliharaan lele dengan cara itu, kata Dede diharapkan bisa meningkatkan produktivitas sektor perikanan petani ikan di Bandung selatan yang selama ini fokus pada pembenihan ikan.
“Harga lele cukup stabil, dan pasarnya cukup terbuka. Selama ini pasokan lele untuk konsumsi di Bandung atau ke Jabodetabek masih kurang,” kata Dede.
Selain menerapkan pemeliharaan lele dengan sistem baru itu, petani di Ciparay juga mendapat pendalaman teknik memelihara lele termasuk mengantisipasi penyakit dan virus yang kerap menyerang lele.
Selama ini para petani di kawasan Bandung selatan lebih banyak ke pembenihan ikan mas strain Majalaya, dan sedikit yang melakukan pemeliharaan ikan daging.
“Biasanya pendederan dilakukan di Bojongsoang, sedangkan pembesaran di Bendungan Cirata. Sayangnya luas kolam di Bojongsoang dan Mengger terus menyusut,” kata Dede Darsono menambahkan.

More aboutSiasati Lahan Sempit, Petani Lele Bandung Gunakan Sistem Tumpang Sari

KEBERSAMAAN

Diposkan oleh Mina Karya Bersama on Sabtu, 11 Mei 2013

Kebersamaan menjadi kunci bagi kami yang akan bergerak dan bergerak mencapai satu tujuan mulia
yaitu keberhasilan dalam mengembangkan budidaya lele baik itu lele sangkuraing , phyton atau masamo.

semoga keberhasilan kami bisa di nikmati  bukan dari kelompok kami saja tetapi Insya Allah bisa di nikmati semua rekan dan siapa saja yang ingin menikmati keberhasilan ini. ( bahagia deh rasanya  kalau bisa memberi kebahagian kepada orang lain )

Mina Karya Bersama menjadi pemersatu kami sebagai generasi yang sedang belajar bagaimana membudidayakan Lele baik itu Pembesaran , Pembenihan ataupun Pendederan. ( Lele P3 )

Bila kita bersama Insya Allah sesuatu yang susah menjadi mudah , yang tidak bisa menjadi bisa , ini semua karena kita bersatu dalam suka dan duka.

Saat ini kami sedang dalam tahap belajar tetapi cepat atau lambat kita akan bisa mencapai apa yang kita inginkan.

Mari warga Mina Karya Bersama bersatu untuk mencapai kebahagian dan keberhasilan dari semua bidang kehidupan yang akan kita geluti.

Mungkin semboyang yang akan kita perlihatkan :
"SEKALI MULAI PANTANG UNTUK MENYERAH"




More aboutKEBERSAMAAN